Senin (13/11/2023) telah dilaksanakan penanaman pohon bersama LLDIKTI Wilayah V, Universitas Tadulako, dan Pemda Konawe Utara di zona rempah-rempah UG Technopark, Mande, Cianjur, Jawa Barat
Penanaman pohon ini adalah bentuk kepedulian Universitas Gunadarma dalam melestarikan lingkungan. Acara penanaman pohon ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E. S. Margianti, SE, MM beserta jajaran, Kepala LLDIKTI Wilayah V yakni Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST, MT, IPU, ASEAN Eng. beserta jajaran, Kepala Bidang Litbang Bappeda Konawe Utara, Sartono, S.Sos beserta jajaran.
Universitas Gunadarma yang diwakili oleh Bapak Herik Sugeru, S.P, M.M.S.I., Kepala Lab Urban dan Smart Farming, berkesempatan sharing pengalaman terkait Kampus Berkelanjutan pada Instagram Live Discussion dengan tema “Peran Green Heroes dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan”.
Instagram Live Discussion dengan tema “Peran Green Heroes dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan” telah diselenggarakan pada:
đź—“ Selasa, 7 November 2023 đź•‘ 19.30 – 20.30 (WIB)
Narasumber: đź—ŁSabarrudin, PhD, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya đź—ŁDr. Heni Masruroh, M.Sc., Kepala Pusat Lingkungan, Mitigasi dan Kebencanaan Universitas Negeri Malang đź—ŁHerik Sugeru, S.P, M.M.S.I., Kepala Lab Urban dan Smart Farming, Universitas Gunadarma
Instagram Live Discussion ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengenal lebih dalam upaya nyata yang dilakukan oleh Green Heroes dari tiga universitas, yaitu Universitas Gunadarma, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Sriwijaya dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, bersama-sama kita dapat saling berbagi pengalaman dengan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil, menciptakan roadmap yang mendorong universitas menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Program studi S1 Agroteknologi melakukan pengolahan limbah organik bahan gergaji kayu dan jerami untuk media jamur konsumsi. Pengolahan limbah ini dilakukan di Laboratorium Agroteknologi yang berlokasi di Kampus F7 Universitas Gunadarma.
Mahasiswa dari Universitas Gunadarma di Jawa Barat telah melakukan inovasi dengan mengubah mobil lama menjadi mobil listrik sebagai upaya mengurangi polusi. Mereka berkolaborasi dalam sebuah proyek untuk mengkonversi mobil konvensional menjadi kendaraan listrik.
Tindakan ini merupakan langkah positif dalam menghadapi isu polusi udara dan mencari solusi yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa dari Universitas Gunadarma telah menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan mendukung perkembangan teknologi ramah lingkungan.
Pada hari Sabtu, 19/08/2023, di UG Technopark diselenggarakan kegiatan penanaman bunga hias di zona Lanskap Labirin oleh Civitas Academica Universitas Gunadarma yang berlokasi di UG Technopark, Cianjur, Jawa Barat.
Dalam rangka memperingati “Hari Lingkungan Hidup Sedunia” yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2023, Universitas Gunadarma telah mengambil langkah pemanfaatan Eco Enzyme di lingkungan UG Technopark.
Aksi nyata ini diambil untuk meningkatkan kualitas air dan memerangi hama tanaman dengan menggunakan teknologi Drone Sprayer.
Selasa, 23/05/2023 dilakukan Peresmian Fasilitas UG Smart Green House yang berlokasi di UG Technopark, Cianjur. Selain itu dilakukan juga Penanaman Perdana Marigold serta Pemanenan Cabai Capsicum Sp. Peresmian ini dihadiri oleh Civitas Academica dan mitra Universitas Gunadarma.
Integrasi teknologi “on-farm” dan “off-farm” mengacu pada penggunaan teknologi di sektor pertanian yang mencakup dua aspek utama, yaitu teknologi yang digunakan di pertanian (“on-farm”) dan teknologi yang digunakan di luar pertanian (“on-farm”). Integrasi teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan efisiensi pertanian di seluruh rantai nilai pertanian.
Mengintegrasikan kedua aspek teknologi ini dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan. Keduanya dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mengurangi limbah dan memenuhi tuntutan pasar pertanian global yang semakin kompleks. Secara keseluruhan, Integrasi teknologi on-farm dan off-farm mendukung transformasi pertanian menuju pendekatan yang lebih modern, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Global Warming & Sustainable Development Goals: “Ayo Menanam Pohon” adalah sebuah inisiatif yang menggabungkan dua isu penting: perubahan iklim global (global warming) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), dengan fokus pada penanaman pohon sebagai tindakan nyata yang mendukung keduanya.
Global Warming (Pemanasan Global) mengacu pada peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4), berperan dalam memerangkap panas matahari di atmosfer, namun peningkatan konsentrasinya dapat menyebabkan peningkatan suhu global.
Pemanasan global mempunyai akibat yang serius, antara lain perubahan iklim yang ekstrim, naiknya permukaan air laut, semakin seringnya terjadinya bencana alam, dan terganggunya Ekosistem.
Sustainable Development Goals merupakan serangkaian 17 tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai pembangunan berkelanjutan secara global. SDGs mencakup berbagai bidang seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, ketahanan iklim, perlindungan lingkungan dan perdamaian.
Peran penanaman pohon terkait dengan beberapa SDGs, seperti SDG 13 (Aksi iklim), SDG 15 (Kehidupan di darat) dan SDG 6 (Air bersih dan toilet). Penanaman pohon dapat membantu mengurangi emisi CO2, menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas air.
Ayo Menanam Pohon merupakan seruan bagi individu, kelompok, komunitas dan organisasi untuk berpartisipasi aktif dalam perjuangan melawan perubahan iklim dengan menanam pohon. Penanaman pohon merupakan tindakan nyata yang dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pelestarian lingkungan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian beberapa SDG, termasuk SDG 13 tentang aksi iklim dan SDG 15 tentang konservasi ekosistem terestrial.
Dengan menanam pohon, kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim global, mendukung upaya pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan. Selain itu, tindakan ini juga dapat melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga kelestarian planet kita.