Universitas Gunadarma peduli dengan pengolahan limbah air agar tidak menambah pencemaran air dan lingkungan sekitar. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan instalasi Sewage treatment plant (STP) di Kampus F8 Universitas Gunadarma. STP digunakan untuk pengolahan limbah cair limbah domestik berupa kotoran dan hasil sisa cucian yang mengandung deterjen yang berbahaya untuk lingkungan. Keberadaan STP menjadi salajh satu persyaratan dari program studi pendidikan dan profesi kedokteran yang merupakan program studi baru di Universitas Gunadarma.
Komponen Elektrikal pada Water Treatment System
Dengan memanfaatkan teknologi terkini, sistem yang dimiliki STP dapat mengolah sisa produksi limbah cair yang jernih dan tidak lagi berbahaya bagi lingkungan. Cara kerja STP melibatkan proses untuk menghilangkan kontaminan atau kandungan berbahaya di dalam limbah domestik atau rumah tangga yang dapat mengganggu ekosistem sekitar.
Fasilitas pengolahan ,imbah juga akan diterapkan untuk rumah sakit pendidikan yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, dan juga dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran di program studi kedokteran, program studi farmasi, atau program studi yang relevan dalam pengolahan limbah.
Program Studi Disain Interior dan Teknik Arsitektur menjadi pelopor dalam perencanaan arsitektur dan disain produk yang ramah lingkungan. Salah satu bentuk implementasinya adalah disain interior yang memanfaatkan barang bekas seperti komputer lama, kaleng cat, atau limbah kayu. Kegiatan tersebut sesuai dengan kebijakan UG dalam pembangunan sarana dan prasarana berwawasan lingkungan. Contoh beberapa disain interior dan produk mebel yang memanfaatkan barang bekas dapat dilihat pada gambar-gambar berikut
Ornamen Interior dari Komputer Bekas
Disain Interior dengan memanfaatkan komputer bekas
Salah satu ruangan di Kampus H memanfaatkan komputer bekas sebagai dinding atau ornamen ruangan. Komputer yang digunakan dar generasi ketiga atau tahun 1980-an. Komputer pada generasi tersebut menggunakan chip 386. Komputer bekas yang digunakan merupakan komputer di laboratorium yang saat ini sudah diremajakan
Produk Furnitur dari Barang Bekas
Disain interior merupakan salah satu program studi di Universitas Gunadarma yang menerapkan program daur ulang dari limbah untuk pembuatan berbagai disain, termasuk furniture. Salah satu produk mahasiswa yang diikutkan pada lomba kreatifitas dapat dilihat pada gambar berikut.
Produk mebel dari barang bekas dan limbah rumah tangga
Furniture dari Drum Bekas dan Kaleng Cat
Salah satu prorgam daur ulang yang diterapkan di UG Technopark adalah pembuatan beberapa model mebel yang bahan bakunya berasal dari limbah, misalnya drum dan barang bekas. Pembuatan berbagai model furniture tersebut dilakukan oleh dosen dan mahasiswa program studi disain interior.
Furniture di Cafe yang bahannya dari barang-barang bekas
Sebagai bagian dari upaya pelestarian alam di lingkungan Universitas Gunadarma, sejak pertama kali UG berdiri, civitas akademika didorong untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan bisa antar-jemput (shuttle bus) yang disediakan oleh UG. Sesuai perkembangan kebijakan dan regulasi terkini, Universitas Gunadarma mulai mengembangkan moda transportasi yang ramah lingkungan, yaitu dengan mengembangkan hybrid car oleh pusat studi otomotif, serta penggunaan mobil dan motor listrik di UG Technopark.
Kebijakan Transportasi di Lingkungan Kampus UG
Kebijakan transportasi ramah lingkungan merupakan bagian dari kebijakan pembangunan kampus berkelanjutan yang mengadopsi Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan arah pengembangan kampus dan mobilitas civitas akademika di kampus UG, khususnya transportasi antar kampus dan penggunaan moda transportasi oleh mahasiswa. Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan di UG adalah sebagai berikut:
Mahasiswa baru dodorong untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dan memperiorotaskan transportasi publik selama mengikuti pembelajaran di kampus
Kampus menyediakan bisa antar-jemput (shuttle bus) untuk transportasi antar kampus bagi civitas akademika atau tamu eksternal yang berkunjung ke kampus UG
UG mendirikan pusat studi (research center) untuk bidang otomotif yang diarahkan pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan seperti hybrid car dan mobil listrik.
UG menyediakan mobil listrik dan motor listrik sebagai moda transportasi bagi pengunjung UG Technopark dengan penyediaan sumber energi terbarukan dari panel surya (solar cell) untuk pengisian baterainya
UG menyediakan jalur sepeda atau pejalan kaki, yang dimulai dengan jogging track atau rute jalan yang dikhususkan bagi pengunjung UG Technopark yang berkeliling kawasan technopark dengan berjalan kaki
Jalur pejalan kaki dan jogging track untuk mengurangi emisi gas dari kendaraan berbahan bakar fosilMobil litrik dan motor listik sebagai moda transportasi ramah lingkungan di UG Technopark
Salah satu fasilitas baru yang sedang dikembangkan di UG Technopark adalah zona smart farming yang dilengkapi dengan pasokan listrik dengan tenaga surya (solar cell). Fasilitas tersebut sudah terpasang dan dipriritaskan untuk memasok listrik di zona smart farming dan smart robotic. Rincian spesifikasi dan estimasi daya yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Spesifikasi panel Surya : Tipe panel : Polycrystalline Daya : 150 Wp Vmp : 17,2 V Isc : 9,7 A Dimensi : 1,5m x 0,675m x 0,035m Berat : 12 kg
Estimasi Daya Panel P = 150 Wp P tot = 150 x 36 = 5.400 Wp Estimasi penyinaran matahari selama 5 jam : E tot = 5.400 Wp x 5 jam = 27.000 Watt Jam = 27 kWh
Universitas Gunadarma (UG) masuk ke pemeringkatan green metric yang dipublikasikan oleh Universitas Indonesia pada tahun 2018. UG menempati peringkat ke-618 dari 718 perguruan tinngi dengan skor 3100. Pemeringkatan green metric menggunakan 6 parameter penilaian yaitu: setting&infrastructure, energy&climate change, waste, water, transportation, dan education&research. Universitas Gunadarma sudah berpartisipasi dalam pemeringkatan ini mulai tahun 2010 dan saat itu menempati peringkat ke 66 dari 95 perguruan tinggi yang mengikuti pemeringkatan. Peringkat pertama pada edisi 2018 adalah Wageningen University, disusul oleh University of Notingham, University of California Davis. University of Oxford, dan Notingham Trent University. Peringkat selengkapnya untuk 718 perguruan tinggi di dunia dapat dilihat pada link berikut;
Sebagai bentuk komitmen Universitas Gunadarma (UG) dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development), kebijakan kampus hijau mulai ditingkatkan pada tahun 2015 ketika pembangunan berbagai sarana dan prasarana baru mulai diintensifkan. Saat itu UG mulai mengembangkan kampus-kampus di lokasi baru seperti kampus F8, Kampus F4, dan juga pengembangan UG Technopark. Kebijakan green campus juga sudah tertuang dalam rencana strategis 2017-2021, dan akan lebih ditonjolkan lagi dalam Rencana Strategis periode 2022-2026. Beberapa aspek penting dalam rumusan kebijakan kampus hijau ini diringkas di bawah ini.
Penerapan Green Campus di Kampus H
Green Zone di Kampus M (UG Technopark)
Kebijakan dan Pedoman Umum
Kampus merupakan tempat berkumpul dari calon profesional dan juga tokoh Indonesia di masa depan. Oleh karena itu kampus menjadi tempat yang paling tepat untuk menjaring para agen perubahan. Untuk menyediakan sumber daya manusia yang terampil dan siap menghadapi masa depan, diperlukan fasilitas sarana dan prasarana yang cukup dan memadai agar seluruh aspirasi, ide, kreatifitas serta aktualisasi diri para dosen dan mahasiswa dapat tersalurkan secara transparan dan diwadahi dengan baik. Selain itu, hal yang mempengaruhi proses peningkatan sumber daya manusia adalah gaya dan pola proses belajar dan mengajar, peralatan pendukung yang disediakan, teknologi yang dipakai serta kondisi yang menunjang proses belajar dan mengajar di kampus baik di dalam ruang kelas secara indoor , maupun di luar kelas (outdoor).
Desain kampus yang ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi, penerapan kearifan lokal, penyesuaian terhadap iklim dan kondisi lokal, serta pengurangan penggunaan sumber daya alam dalam bentuk energi, air serta material, merupakan inti dari konsep bangunan gedung hijau (green building). Desain bangunan yang menggunakan konsep bangunan hijau (green building) memberikan pengaruh secara positif bagi kesehatan penghuni gedung. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah bagi kualitas Lingkungan Kampus-kampus Universitas Gunadarma, sekaligus dapat menjawab tantangan Indonesia dalam peningkatan kompetensi manusia Indonesia yang berdaya saing. Beberapa praktik atau implementasi kebijakan green campus di lingkungan Universitas Gunadarma, sebagai berikut:
Pengembangan kampus dan pembangunan sarana dan prasarana di Universitas Gunadarma harus mengacu ke peratura perundangan yang berlaku, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau atau aspek lain yang terkait dengan pengembangan kampus yang berkelanjutan.
Pengembangan kampus hijau perlu disertai edukasi atau sosialisasi kepada civitas akademika tentang peran atau partisipasi civitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang berkelanjutan
Pengembangan green campus perlu dilengkapi dengan pendekatan multidisiplin, termasuk penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Penerapan prinsip pembangunan green campus atau pembangunan sarana dan prasarana kampus berkelanjutan perlu dimulai dari tahap perencanaan dengan contoh perencanaan yang dapat dilihat di Lampiran.
Universitas Gunadarma perlu mewujudkan kebijakan penurunan emisi Rumah Kaca dengan Mengaplikasikan PRINSIP Green building (bangunan hijau) pada bangunan di kampus sesuai standard GBCI. a. Pengelolaan sampah yang berbasis konsep reuse-recycle-bank sampah b. Pembuatan biopori secara masif c. Roof garden pada atap Gedung yang memungkinkan d. Membuat rain harvesting (pemanenan air hujan yang disimpan pada groundtank untuk reuse dan recycle air untuk penyiraman tanaman)
Universitas Gunadarma menempatkan kebijakan RTH Kampus Universitas dalam konteks RTH JABODETABEKPUNJUR dengan mempertahankan dan menambah luasan RTH yang disyaratkan yaitu minimal 20 persen dari luas kavling masing-masing Kampus. a. Menghijaukan area parkir dengan pohon peneduh b. Menghijaukan plaza dalam Kampus dengan menambahkan pohon peneduh jenis sedang atau pohon kecil di mana memungkinkan. c. Menaikkan intensitas hijau misalkan dari penanaman kelompok jenis tanaman yang semula hanya rumput semak dan perdu ditambahkan berbagai jenis Pohon, baik yang berdaun rimbun maupun berbunga indah, berbunga wangi dan berbuah bila memungkinkan.
Universitas Gunadarma perlu mempertimbangkan penerapan energi terbarukan pada sarana dan prasarana baru yang secara teknis dimungkinkan untuk implementasi energi terbarukan tersebut
Universitas Gunadarma perlu mengintegrasikan kebijakan green campus atau pembangunan berkelanjutan dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada kawasan-kawasan tertentu yang dikelola oleh Universitas Gunadarma, kebijakan pembangunan berkelanjutan juga perlu didukung oleh pemanfaatan lahan secara produktif dan mempertimbangkan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan, seperti di UG Technopark.
Situs web ini merupakan media informasi dan komunikasi yang digunakan untuk penyebarluasan kebijakan dan kegiatan di lingkungan Universitas Gunadarma yag berhubungan dengan upaya penerapan green campus atau kebijakan pengembangan sarana dan prasarana secara berkelanjutan. UG Green juga mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan di berbagai media lain, baik internal maupun eksternal, seperti UG Technopark, UGTV, maupun media lainnya yang relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals)